oleh

DPRD Minta Pemprov Liburkan Semua Sekolah di Lampung

Ketua Komisi V DPRD Lampung, Yanuar Irawan

Bandar Lampung, (Beritajempol.co.id) – Pasca Gencarnya dampak virus corona, DPRD Provinsi Lampung meminta pemerintah Provinsi Lampung untuk segera  mengambil langkah sigap, satu diantaranya ialah meliburkan proses belajar mengajar seluruh Lampung.

Ketua Komisi V DPRD Lampung, Yanuar Irawan, mengatakan maklumat ini sesuai dengan instruksi dari Presiden RI Joko Widodo sebagai upaya untuk mencegah penyebaran covid19 atau corona.

“Pemerintah Provinsi Lampung harus mengambil langkah-langkah pencegahan penyebaran virus corona, salah satunya meliburan seluruh sekolahan di Lampung. Kita minta Pemprov untuk meliburkan seluruh sekolahan, jangan sampai telat bertindak. Karena pemerintah pusat juga sudah meminta meliburkan sekolahan,” katanya Minggu (15/03/2020).

Yanuar berharap pemerintah mendorong masyarakat untuk terus mengambil langkah pencegahan, tapi tidak bersikap panik.

“Semua harus menjaga agar terhindar dari corona, jaga pola hidup sehat, kurangi aktivitas yang melibatkan orang banyak,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo mennyampaikan pernyataan di Istana Bogor, Minggu (15/03/2020).

Presiden Jokowi salah satunya menjelaskan, berdasarkan status kedaruratan daerah tersebut, jajaran Pemerintah Daerah dibantu jajaran TNI dan POLRI serta dukungan dari pemerintah pusat untuk terus melakukan langkah-langkah yang efektif dan efisien dalam menangani penyebaran dan dampak Covid19.

Hal ini juga dengan semakin banyaknya kasus penularan yang ada, Semakin hari, pasien positif korona semakin banyak terdeteksi. Hari ini Jubir Pemerintah untuk Covid-19 dr. Achmad Yurianto mengungkapkan bahwa ada 21 kasus positif Covid-19 yang baru.

“Per hari ini (Minggu, 15 Maret 2020) dari lab yang saya terima pagi ya, hari ini kita dapatkan 21 kasus baru di mana 19 di antaranya di Jakarta, 2 di Jawa Tengah,” katanya di Komplek Istana Negara seperti dirilis dalam laman resmi Kemkes.

Dengan seperti itu, total pasien korona hari ini sebanyak 117 orang. Data pasien positif Covid-19 ini selanjutnya akan dikirim ke rumah sakit.

Data ini akan digunakan untuk menyampaikan ke pasien-pasien. Dengan seperti itu, mereka tahu alasan jelas mengapa mereka harus diisolasi.

“Dokter pun harus menyampaikannya ke Dinkes setempat karena ini penting dalam konteks untuk tracing,” ujarnya.

HP/Red

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *