Musim Hujan, Komisi I DPRD Tinjau Jembatan Darurat di Waysulan

Musim Hujan, Dede Suhendar Tinjau Jembatan Darurat di Waysulan

Lampung Selatan, (Beritajempol.co.id) –  Anggota Komisi I DPRD Lampung Selatan, Dede Suhendar tinjau jembat darurat dari batang kelapa di Desa Sumberagung Kecamatan Waysulan.

Menurut Dede, peninjauan langsung ke lokasi jembatan itu dalam rangka melihat kondisi terkini, dimana masuk musim penghujan resiko terjadinya insiden yang tidak diinginkan terjadi lebih besar.

“Namanya jembatan darurat, dibuat oleh warga pasca jebol pertengahan 2019 lalu dengan batang kelapa. Apa lagi masuk musim penghujan seperti sekarang ini harus dipastikan kondisinya masih layak atau tidak untuk dilalui warga. Kalau tidak, resiko cidera bahkan nyawa warga yang melalui bisa terancam,” kata Dede kepada wartawan, Selasa (7/1/2020).

Namun begitu, Dede mengaku telah memperoleh informasi dari KUPT PU jika jembatan tersebut akan dibangun tahun 2020 melalui dana alokasi khusus (DAK) dari pusat.

“Alhamdulillah, mudah-mudahan benar-benar terealisasi. Kalau informasinya sih dari UPT PU hanya melalui lisan, perlu saya konfirmasi lagi ke dinas untuk memastikannya,” imbuh anggota DPRD dari Kecamatan Waysulan ini.

Dituturkan Dede, jembatan ini merupakan satu-satunya akses penghubung Desa Sumberagung ke Desa Mekarsari. Jika akses ini lumpuh, maka dapat dipastikan Desa Mekarsari terisolasi.

“Jembatan ini merupakan akses satu-satunya warga Desa Mekarsari keluar desa, karena letaknya paling ujung di Kecamatan Waysulan ini,” tukasnya.

Dalam peninjauan itu, Dede mengaku didampingi oleh Kepala Desa Sumberagung, Ismail S.Pd. Menurut Dede, kades menyampaikan keluhan warga desa terkait kondisi jembatan. Dimana sebagian besar warga desa merupakan petani jagung yang dalam waktu dekat ini akan masuk masa panen.

“Sempat khawatir dengan kondisi jembatan, karena warga sebentar lagi akan panen jagung. Jika kondisi jembatan tidak dapat dilalui, maka dipastikan warga tidak bisa menjual hasil panen jagung tersebut. Jika itu yang terjadi maka petani akan mengalami kerugian besar. Selain modal tanam, waktu dan tenaga yang selama ini sudah keluar terasa sia-sia,” ungkap Dede.

Untuk itu Dede telah mewanti-wanti kades dan aparatur lainnya agar dapat sesering mungkin mengecek kondisi jembatan darurat tersebut.

“Saya minta sering-sering di cek, jika kondisi jembatan memburuk harap segera dikoordinasikan dengan aparat lainnya agar dapat menahan warga untuk sementara tidak melalui jembatan. Saya juga tadi sudah minta agar warga segera bersama-sama bergotong-royong memperbaiki jika kondisi jembatan memburuk,” pungkas politisi muda ini.

Syahroni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *